Veron tunggu Messi di Final…

Estudiantes mengamankan tiket ke partai puncak Piala Dunia Antarklub setelah mengalahkan delapan pemain Pohang Steelers di laga semi-final yang digelar Rabu (16/12) dinihari WITA.

Tampil dengan status sebagai tim yang lebih diunggulkan, Estudiantes berhasil memperlihatkan kualitasnya atas wakil dari Korea Selatan. Di babak pertama, klub asal Argentina ini langsung mengambil insisiatif untuk menyerang. Di lima menit awal, sebuah kesempatan emas didapatkan pemain Estudiantes.

Kesempatan itu berawal dari tendangan yang dilepaskan pemain gelandang Leandro Damián Benítez dari luar kotak penalti yang tidak bisa dihalau secara sempurna oleh kiper Shin Hwa Yong. Bola muntah itu kemudian disambut dengan sebuah tendangan salto oleh Mauro Boselli. Sayang tendangan salto tersebut masih membentur mistar gawang Pohang Steelers.

Setelah gagal membuahkan hasil di awal laga, para pemain Estudiante terus menebarkan ancamannya ke jantung pertahanan wakil dari Asia tersebut. Di menit ke-18, sebuah peluang kembali lagi terbuang ketika sundulan kepala Boselli yang memanfaatkan umpan silang dari Benitez masih terlalu melebar ke samping gawang Pohang.

Setelah beberapa kali gagal memanfaatkan peluang, Estudiantes akhirnya baru mendapatkan gol pembukanya ketika memasuki injury time babak pertama. Sebuah tendangan bebas berhasil disambut oleh Benitez dengan sundulan kepalanya. Bola pun kemudian mengalir ke gawang Pohang. Gol pembuka tercipta buat Estudiantes.

Selanjutnya memasuki babak kedua, tim asal Korea ini berusaha untuk mengejar defisit golnya. Aksi striker Pohang Denilson sempat membuat lini pertahanan Estudiantes mengalami kesulitan. Namun perbedaan kualitas membuat Pohang tak mampu membuat serangan-serangan mereka membuahkan hasil.

Sebaliknya, ketika sedang asik menyerang, Estudiantes berhasil mencuri lagi sebuah gol ke gawang Pohang. Sebuah serangan balik yang dibangun di menit ke-52 itu berhasil membuahkan hasil. Sebuah umpan lambung yang dilepaskan Veron ke mulut gawang Pohang berhasil menciptakan kemelut.

Antisipasi yang salah dari kiper Shin Hwa Yong dengan meninggalkan gawangnya malah menjadi petaka. Benitez yang telah berdiri bebas kemudian dengan mudah menceploskan bola ke gawang Pohang untuk kali kedua.

Setelah tertinggal dua gol, Pohang berusaha untuk tetap tegar. Sayang di menit ke-56, pelanggaran yang dilakukan Jae-Won Hwang kepada pemain gelandang Maximiliano Núñez membuatnya diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Roberto Rosetti asal Italia.

Meski kehilangan satu pemain ternyata tidak membuat semangat para pemain Pohang menjadi kendur. Di menit ke-71 striker Pohang asal Brasil Denilson berhasil memperkecil kekalahan timnya. Setelah terlepas dari jebakan off-side di areal kotak penalti, Denilson kemudian melepaskan bola dengan tendangannya yang tak mampu diantisipasi oleh penjaga gawang Damián Gonzalo Albil.

Tetapi upaya untuk terus mengejar ketinggalan itu urung didapat. Dalam rentang lima menit saja Pohang terpaksa kehilangan dua pemainnya. Setelah Kim Jae Sung yang diusir di menit ke-72, kemudian lima menit berselang menyusul kiper Shin Hwa Yong yang langsung diberi kartu merah setelah berusaha menghalau pergerakan Nunez. Meski Estudiantes telah unggul dalam jumlah pemain, namun hingga akhir pertandingan tetap tak ada gol tambahan yang bisa dibuat.(GC)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s