PSSI akan bentuk Badan Pembinaan & Pengembangan Pemain Usia Muda

PSSI akan membentuk sebuah wadah baru untuk lebih mengoptimalkan pembinaan pemain usia dini, sebagai basis dari penciptaan pemain yang diandalkan di masa depan. Wadah yang diberi nama Badan Pembinaan dan Pengembangan Pemain Usiia Muda (BPPUM) ini akan lebih berkonsentrasi pada proses penciptaan pemain dari usia dini melalui kompetisi yang berjenjang dan berkesinambungan.

Badan ini kita bentuk sebagai bagian dari antisipasi kita dalam memenuhi kebutuhan para pemain berbakat dari usia dini. Proses pembinaan dari usia dini tidak bisa dilakukan dengan setengah-setengah, harus serius, fokus dan melalui kompetisi berjenjang serta berkesinambungan,” ungkap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat memimpin Rapat Pleno PSSI yang berlangsung Jumat (15/1) sore di ballroom Hotel Grandhyatt, Bandung, Jabar.

BPPUM, menurut Nurdin Halid, nantinya akan fokus untuk mengelola berbagai kompetisi dari statata usia dini dan muda, dari mulai kategori festival (di bawah usia 13 tahun), hingga kompetisi U-15 dan  U-18.

“Kompetisi usia muda yang sudaah sekarang, seperti Liga Medco atau U-18, tetap saja berjalan. Tetapi proses kompetisinya akan diipantau lebih ketat untuk memperoleh materi pemain muda yang memang bisa kita bina lebih baik lagi,” kata Nurdin Halid, seraya menunjuk kompetisi U-21 yang “digandengkan” dengan penyelenggaraan Liga Super.

Pembentukan BPPUM ini adalah satu diantara lima poin penting yang disampaikan Nurdin Halid pada pleno yang dihadiri oleh sebagian besar anggota Komite Eksekutive (Exco) PSSI, serta anggota komite-komite PSSI. Dalam struktur organisasi PSSI yang sudah mengacu pada Statuta FIFA, komite-komite  adalah pembuat kebijakan, sementara Exco pengambil keputusan, sedangkan pelaksananya adalah para profesional dibawah sekfretariat jenderal.

LIMA POIN PENTING

Rapat pleno ini juga dihadiri unsur badan-badan di bawah PSSI, yakni Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, PT Liga Indonesia sebagai pelaksana kompetisi Liga Super dan Divisi Utama, serta Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) selaku pengelola kompetisi Divisi I, Divisi II, Divisi III serta kompetisi-kompetisi liga remnaja.

Lima poin penting yang dikemukakan Nurdin Halid pada jajaran pengurus PSSI ini adalah, menyangkut buruknya kienrja timnas PSSI sepanjang tahun 2009, pelaksanaan kompetisi Liga Indonesia yang masih tetap diwarnai berbagai kendala dan pengaruh non-teknis, misalnya pengaturan skor atau pertandingan, youth development atau pengembangan pemain usia muda yang didalamnya termasuk pembentukan BPPUM, permasalahan klub dan kompetisi, serta terkaitbidding tuan rumah Piala Dunia 2022.

“Penjabaran dari lima poin penting ini akan kita sampaikan pada kongres besok,” kata Nurdin Halid. Kongres akan dilakukan sehari penuh pada Sabtu (16/1) ditempat sama, diikuti perwakiklan dari 33 Pengprov PSSI, serta wakil-wakil dari klub Liga Super, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II, dan Divisi III yang jumlah seluruhnya 103.

Terkait timnas, ketua umum PSSI menyampaukan, kemungkinan besar untuik tahun 2010 ini akan diberlakukan pelatnas jangka panjang untuk menghadapi sejumlah even yang harus diikuti, yakni kualifikasi \Olimpiade 2012, kualifikasi Piala Dunia 2014 dan AFF Suzuki Championship 2010.

“Tidak ada dalam sejarahnya prestasi timnas dicapai tanpa pelatnas jangka panjang itu,” ujar Nurdin Halid, seraya mencontohkan sukses timnas merebut medali emas SEA Games 1987 serta penampilan mengesankan di Piala Asia 2007.

“Untuk menyambut Piala Asia 2007 itu saya harus mengentikan kompetisi hingga 3,5 bulan lamanya. Keputusan saya waktu itu banyak dicibir rekan-rekan media, namun pada kenyataannya timnas kita tampil mengesankan di Piala Asia 2007 tersebut,” tegasnya.

Karena diberlakukannya pelatnas jangka panjang untuk timnas ini, Nurdin Halid menyampaikan juga kemungkinan akan dilakukannya semacam perubahan pada penyelenggaraan kompetisi Liga Indonesia.

“Kita tak lagi harus berpatokan bahwa kompetisi yang baik baik akan melahirkan timnas yang baik pula, asumsi tersebut ternyata tidak tepat,” tegas Ketua Umum PSSI.

Dia mencontohkan Inggris yang disebut-sebut memiloki kompetisi terbaik  di dunia, namun timnasnya tak pernah menggapai prestasi puncak di level Eropa atau dunia. Di level Asia,Singapura tak memilliki kompetisi yang baik, namun mereka mengadopsi sistem naturalisasi.

“Ketika menjuarai Piala Asia 2007 itu Irak sedang dilanda perang dan krisis nasional, tetapi timnasnya ternyata bisa berprestasi di Jakarta,” papar Nurdin Halid.

KONGRES

Kongres yang akan dilangsungkan Sabtu ini merupakan kongres pertama dari kepengurusan periode 2007-2011. Agenda utama kongres adalah mengevaluasi program kerja tahun  berjalan, serta penjabaran dan pengesahan progran kerja tahun 2010.

Acara pembukaan kongres dilakukan Jumat malam dimeriahkan oleh hiburan dari artis-artis manajemen Republik Cinta, yang nantinya akan ditayangkan di Antv pada Minggu (16/1) sore. Pada acara pembukaan ini, akan dilakukan beberapa penandatanganan kerjasama, salah satunya antara PSSI dengan Australia Football Federation (AFF) menyangkut strategi pemenangan bersama tuan rumah Piala Dunia 2022 serta pembinaan dan pengembangan pemain muda, termasuk pengiriman pelatih ke Indonesia.

Penandatanganan kerjasama lainnya adalah antara PSSI dengan produsen sepakbola pespex, dan dengan PT Berca Sportindo. “PT Berca Sportindo menjadi sponsor kompetisi Divisi I melalui salah satu produknya, League,” jelas Iwan Budianto, ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI.(pssi/MG/rex)


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s