PSM waspadai kebangkitan Arema

MALANG — PSM Makassar harus berjuang ekstra keras untuk bisa meraih poin saat menghadapi Arema Indonesia, di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu 27 Januari sore ini. Soalnya, pilar tim sedang tak lengkap menyusul absennya Hendri Nyobi Koti karena akumulasi kartu.

Kekuatan PSM juga sedang berubah karena hanya akan mengandalkan duet muda lokal M Taqwa Ikhlas dan Fadly M. Kondisi ini tentu kurang menguntungkan bagi PSM di tengah ambisi menjauh dari zona degradasi. Terlebih lawan yang dihadapi bukan tim papan bawah. Arema adalah pemuncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) yang sedang memburu gelar juara paruh musim.

Tim berjuluk Singo Edan itu tampil lebih lengkap menyusul tampilnya stopper asing asal Kamerun, Pierre Njanka, yang sempat akumulasi. Mereka memang tak bisa menurunkan Tommy Pranata. Namun tanpa pemain ini, Arema memiliki  Ronny Firmansyah.

Kekalahan Arema di partai terakhir lawan Persiba Balikpapan 1-2 juga seolah menjadi pelucut semangat. Motivasi mereka kini berlipat karena PSSI menganulir sanksi tanpa penonton. Faktor inilah yang sangat diwaspadai kubu PSM.

“Mereka baru saja kalah. Jangan sampai Arema bangkit dan kita yang menjadi bulan-bulanan. Tensi pertandingan dipastikan tinggi karena kita datang mengejar ambisi berbeda,” kata Abdi Tunggal, Asisten Manajer Bidang Teknik PSM.

Untuk meredam ketajaman Arema, tim teknik PSM menerapkan pertahanan berlapis. Salah satunya, menumpuk gelandang berkarakter bertahan di lini tengah. Syamsul Chaeruddin dan Asri Akbar diinstruksikan bermain lebih defensif dengan fungsi sama; sebagai jangkar.

Tim teknik PSM sepertinya mempercayakan lini penyambung kepada Christian Carrascco, striker yang dipastikan tersingkir dari skuad Pasukan Ramang di putaran kedua. Carrasco diminta menjadi suplayer kepada duet striker muda Fadly M dan M Taqwa Ikhlas. “Dia masih mau main. Makanya kita siapkan dia di strategi tertentu,” jelas Abdi.

Untuk menggantikan Hendri Nyobi yang absen, tim teknik PSM menyiapkan Fandi Edy. Jebolan U-21 itu mengaku sudah siap berjibaku menghalau tajamnya serangan Arema yang didominasi trio Ridwan, Noh Alam Shah, dan Roman Chamelo. “Kekuatan Arema ada pada trio itu.

Pemain PSM tak boleh membiarkan mereka bediri bebas karena itu sangat berbahaya,” ungkap Konsultan Teknik PSM, Asgaf Razak, yang sempat mengintip kekuatan lawan. Kubu Arema Malang tak mau memandang remeh PSM. Meski tim ini dipenuhi banyak masalah, bisa saja merepotkan.

Asisten pelatih Arema, Joko Susilo, mengungkapkan, PSM memiliki tradisi baik setiap away ke Malang, karena itu anak-anaknya harus tetap waspada. Kekuatan PSM, kata dia, adalah serangan balik yang bisa mematikan. “Kita tetap fokus memburu juara paruh musim. Kita tak mau kehilangan poin lagi,” ungkapnya. (aci/fjr/mg)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s