Tri gol dari Bendtner benamkam Porto di Emirates Stadium

Tiga gol dari striker Nicklas Bendtner membawa Arsenal lolos dari babak 16 besar Liga Champions. The Gunnersberhasil meraih kemenangan telak 5-0 di leg kedua saat menjamu Porto di Emirates Stadium, Rabu (10/3) dinihari WIB. Pesta lima gol ke gawang Porto itu membuat Arsenal unggul secara agregat 6-2 atas lawannya.

Tampil di bawah sokongan pendukung setianya, Arsenal langsung mengambil inisiatif menyerang lebih awal. Meski tampil tanpa diperkuat kapten Cesc Fabregas sertaWilliam Gallas, kekuatan The Gunners tetap tidak kehilangan taji.

Di awali pada menit ketiga saat Clichy memberikan umpan silang dari sisi kiri kepada Bendtner. Tapi ancaman awal itu masih belum berarti apa-apa. Lima menit berselang, Arsenal baru memberi ancaman seriusnya ke gawang Porto. Beruntung kiper Porto Helton masih bisa mengantisipasi bola hasil tandukan kepala Arshavin dengan baik.

Tapi penantian untuk melihat terjadinya gol itu terwujud juga setelah pertandingan berjalan sembilan menit. Berawal dari kejelian glandang Samir Nasri membuka ruang kepada Arshavin. Bola kemudian digiring Arshavin ke jantung pertahanan lawan.

Kiper Helton sebenarnya sempat berusaha menutup pergererakan Arshavin. Tapi bola yang mengalir ke arah Bendtner langsung disambut dengan tendangan yang tidak lagi terkawal ke dalam gawang. Sorak sorai pendukung Arsenal sontak menggema ke seluruh stadion.

Setelah memimpin satu gol, tekanan yang diberikan Arsenal tidakmengendur. Beberapa kali kesempatan justru kembali diraih para pemain Arsenal. Menit ke-17, sebuah sontekan kaki Diaby masih melambung ke atas mistar gawang Porto saat memanfaatkan bola sepak pojok dari Nasri.

Memasuki menit ke-25, Arsenal kembali lagi menggetarkan jala gawang Porto. Sang pencetak golnya kembali lagi Bendtner. Gol dari striker asal Denmark itu didapat dari umpan Arshavin. Ketika itu Arshavin berhasil memotong bola dari pemain belakang Porto.

Usai memperdaya tiga pemain belakang, pemain tim nasional Rusia ini bergerak ke areal kotak penalti lawan. Lalu bola disodorkannya ke arah Bendtner yang sudah berdiri bebas di muka gawang Porto. Tanpa mengalami kesulitan, bola hasil sepakan Bendtner tak lagi terkawal mengalir ke dalam gawang lawan.

Kerjasama Arshavin-Bendtner ini kembali lagi diperlihatkan pada menit ke-31. Arshavin kembali lagi mengumpan Bendtner yang telah berdiri di muka gawang Porto. Sayang, wasit lebih dulu meniup peluit tanda offsidedari Bendtner. Selamatlah saat itu gawang Porto untuk kebobolannya yang ketiga.

Porto sendiri sebenarnya di babak pertama ini tidak tampil terlalu buruk. Namun, kokohnya lini pertahanan Arsenal membuat ancaman yang dibangun oleh Falcao, Hulk maupun Silvestre Varela selalu mengalami kegagalan. Hingga akhir babak pertama, Arsenal tetap memimpin dengan dua gol.

Selepas jeda turun minum, Arsenal kembali lagi menebarkan ancamannya lewat aksi dari Arshavin. Tapi Helton masih mampu menghalaunya dengan meninju bola tendangan Arshavin tersebut.

Namun serangan yang datang secara bertubi-tubi dari kubu Arsenal akhirnya tidak mampu lagi diredam oleh Helton. Meski kiper asal Brasil ini tampil gemilang, namun ia tetap tidak mampu menjaga gawangnya untuk kembali lagi kebobolan.

Memasuki menit ke-63, jala gawangnya kembali lagi dipaksa bergetar. Bukan Bendtner yang membobolnya. Tapi giliran Nasri yang mencetak golnya. Gelandang asal Prancis ini mencetak gol setelah berhasil melewati tiga pemain belakang Porto.

Di saat konsentrasi para pemain Porto melorot, Arsenal kembali lagi memperbesar keunggulannya. Kali ini gol tercipta dari kaki pemain pengganti Emmanuel Eboue. Eboue mencetak golnya hanya delapan menit setelah masuk menggantikan Tomas Rosicky di menit ke-57.

Gol Eboue ini berawal dari aksi serangan balik yang dibangun secara cepat oleh Arshavin. Setelah lolos dari kawalan pemain Porto, Arshavin menyodorkan bola kepada Eboue yang sudah tak lagi terkawal. Gol ini membuat Arsenal menjadi unggul 5-2 secara agregat atas Porto.

Lalu di penghujung pertandingan, sebuah pelanggaran yang di areal kotak penalti yang dilakukan oleh Jorge Fucile berbuah hadiah penalti. Sebagai algojo Bendtner berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kemenangan besar yang didapat Arsenal ini bukanlah yang pertama terjadi saat menjamu Porto di London. Pada Sptember 2008, pasukan The Gunners pernah mencukur Porto dengan empat gol tanpa balas ketika keduanya bertemu pada fase pnyisihan grup Liga Champions.
(GC/MG/rex)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s