PSM menang 2-1 atas Persitara,kini bercokol di urutan 10 LSI

JAKARTA — Ambisi mencuri poin di kandang lawan, terpenuhi. Meladeni Persitara Jakarta Utara di Stadion Soemantri Brojonegoro, Sabtu, 27 Maret, PSM menang dengan skor 2-1. Donasi tiga poin ini sangat besar artinya buat Pasukan Ramang di tengah ambisi lolos dari jeratan degradasi.

Posisi PSM di klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) bergerak naik dari peringkat 13 ke posisi sembilan. Mengumpulkan poin 34 dari 27 laga, tim asuhan Tumpak Sihite ini berhasil menggeser Persijap Jepara yang tak bertanding kemarin. Bagi PSM, inilah posisi tertinggi yang diraih selama masuk dalam zona merah. Sebelumnya, Pasukan Ramang tak pernah berhasil menembus 10 Besar Klasemen ISL.

Pada laga kemarin, dua gol kemenangan dipersembahkan Park Jung Hwan menit 11′ dan 89’. Sementara gol balasan tuan rumah dicetak mantan gelandang terbaik Copa Dji Sam Soe 2009, Octavianus Maniani pada menit ke-19.

PSM lebih dahulu unggul melalui aksi individu Park yang berhasil memanfaatkan umpan lambung Asri Akbar. Dengan cerdik pemain asal Korsel ini menalukkan Hisanori Takada dengan mencungkil bola saat kiper Persitara asal Jepang tersebut telanjur maju.

Sayangnya, setelah unggul, tekanan PSM justru mengendur. Seperti saat bertemu Pelita Jaya di laga sebelumnya, para pemain kembali kehilangan konsentrasi. Tekanan tuan rumah yang dikomandoi Prince Kabir Belo membuat kiper Samsidar harus bekerja keras.

Akhirnya, hanya delapan menit setelah gol Park, Octavianus Maniani dengan leluasa menaklukkan pemain belakang PSM sebelum mencetak gol.

Absennya kapten tim Handi Hamzah menyisakan celah di lini belakang PSM. Simon Kujiro yang diharapkan menjadi benteng tangguh di pertahanan, masih sering salah mengantisipasi bola. Untungnya sejumlah peluang lawan juga gagal dimanfaatkan dengan baik.

Pada pertandingan ini asisten pelatih Tony Ho terpaksa melakukan rotasi di sektor bek kanan. Rendy Siregar yang memang tampil kurang maksimal, digantikan Adnan Buyung. Begitupula dengan gelandang Shin Hyun Joon dan Heru Nerli. Masuknya Buyung, Mayona Amtop, dan Fadly M membuat situasi berubah.

PSM yang tadinya mendapat tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah, bisa memanfaatkan serangan balik. Kekuatan Persitara makin pincang karena di menit 82’ harus kehilangan pemain belakang Supriyadi. Mantan pemain Timnas U-23 tersebut mendapat kartu merah dari wasit Jumadi Efendi.

Unggul jumlah pemain, PSM berusaha memanfaatkan peluang. Tony menginstruksikan pemain lebih banyak membuang bola ke depan, agar bisa segera dieksekusi. Gol kemenangan PSM akhirnya datang juga. Sebuah heading cantik Park pada menit 89′ memanfaatkan crossing Fadly M tak kuasa diadang Takada. Sisa waktu gagal dimanfaatkan tuan rumah untuk menyamakan kedudukan.

“Kecewa tentu saja. Tapi inilah permainan. PSM mampu memanfaatkan peluang dengan baik,” kata asisten pelatih Persitara, Dody Sahetapy.
Sementara itu, kubu PSM tak bisa menyembunyikan rasa haru atas kemenangan ini. Manajer Tim Hendra Sirajuddin dan ofisial lain saling berpelukan di lapangan.

Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin yang turut hadir di Stadion Soemantri Brojonegoro juga larut dalam kemenangan. Satu per satu pemain disalami. Ratusan pendukung PSM yang turun hadir di tribun juga ikut merayakan kemenangan tersebut. Sejumlah politisi dan orang dekat Ilham seperti Rahman
Pina, Rafiuddin, Farouk M Betta, Iryanto Ahmad, Saad Iranda Dolar, dan Syamsul Sirajuddin ikut bersorak.

“Kemenangan ini sangat besar artinya buat PSM apalagi tim ini sedang berjuang lolos dari zona degradasi,” ungkap Rahman Pina, anggota DPRD Makassar. (aci)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s